Cerita nenek
sepertinya aku bingung dari mana harus kumulai jika aku menceritakan neneku tercinta begitu banyak intro yang bisa kupilih sebanyak pengalaman miliok neneku, begitu akan panjang menceritakan semua tentang dirinya sepanjang usia yang telah Ia anugrahkan padanya, nenekku lahir di sebelah selatan kota Bandung tepatnmya di sebuah desa sebelah barat kota kecamatan Banjaran sekarang yaitu Cihamerang, beliau lahir tahun 1929, beliau seorang wanita yang sangat kuat hingga tulisan ini aku buat beliau masih bersemangat bila aku pancing bercerita tentang masa masa yang telah ia lalui trutama masa keemasan dirinya di awal awal tahun kemerdekaan negeri ini...beliau bercerita bagaimana riangnya jika harus berjalan kaki dari Bandung kota hingga Banjaran karena pada saat itu hanya ada delman sebagai alat transportasi yang menghubungkan kota Bandung dengan kecamatan Banjaran itupun tidak banyak jadi bila beliau tidak kebagian delman dari pasar ciroyom maka jalan kaki adalah hal yang bukan luar biasa jika harus menjadi pilhan....tak terbayang jika hal itu harus kulakukan sekarang, beliau bercerita betapa beningnya sungai cikapundung saat itu yang kebetulan beliau mengontrak rumah dikawasan Braga bawah, betapa lancarnya beliau bercerita seolah masa itu begitu dekat dan terlihat olehku saat ini.
Jalan jalan di kota Bandung adalah hal yang rutin beliau lakukan saat itu manikmati indahnya kota Bandung, cukup melintas di sepanjang jalan raya timur atau jalan raya pos, sekarang kita kenal dengan nama Jl.Asia-Afrika pada asa itu gedung Concordia adalah tempat paling Favorit yang neneku sering kunjungi selain Alun alun Bandung, pergi kepasar ciroyom adalah hal paling neneku sukai karena saat itu hasil alam tumplek plek disana......bersambung!!


