Alamku sayang
tersenyum kecut spertinya tiap kali melihat kejadian yang sama berulang ulang setiap tahun,....ya..Banjui lagi banjir lagi, itu yang setiap tahun melanda kota bandung dan sekitarnya terutama kawasan bandung selatan.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan bandungku?....ah sungguh ini adalah buah kebodohan kita yang terpelihara dan terbina sekian lama, sungguh kita benar-benar punya kecenderunga merusak,lihatlah kawasan hutan di selatan Bandung raya yang dulu rimbun kini nampak dasarnya, tanah subur yang kasat mata dillihat dari kejauhan...akan begitu mudah tergerus air hujan, butiran tanah subur lembut nan gembur akan berubah menjadi lumpur yang teramat menyebalkan,....wahai kaum perambah di bandung selatan da utara....betapa kalian menikmati hasil alam yang kalian dapatkan dari kerugian orang lain, kalian tahu itu tapi tetap saja kalian lakukan, wahai oknum di perhutani silahkan kalian foya-foya bersenang senag hingga kalian berpredikat haji, namun sesunguhnya itu tak berarti karena kalian dapat dari penderitaan akibat ulah kalian.
Yah kita secara gak sadar telah mengambil alih managemen sungai citarum, kita telah merebut haknya untuk mengalir dengan sewajarnya hingga muara gembong tempat semua hajat warga das citarum bermuara.
hai oknum aparat di Jasa tirta dan Indonesia power..lihatlah akibat ulah kalian yang tak becus mengelola das citarum...lihatlah kami yang saat ini belum lepas dari trauma banjir yang diakibatkan kelalaian kalian me'managemen citarum' dengan benar.