SBY- HIDAYAT??

Fenomena politik dalam negeri kita memang menarik, lucu terkadang...tapi saat ini aku lagi gak tertarik dengan cerita cerita lucu serta trik-trik politik para politisi kita....lieur ngikutinnya, mendingan saat ini kita omongin yang yakin-yakkin saja...yakin CHUY!!!!, yang pasti dalam pandanganku peta politik kita dalam lima tahun yang aka datang sepertinya tidak berubah, dimana SBY akan tetap memimpin jadi RI satu...RI duanya????nah ini yang menarik, sekali lagi dalam pandanganku kalau pak SBY jeli melihat peluang beliau harus memilih PKS sebagai mitra politik dalam mengurus negeri ini..minimal untuk lima tahun kedepan kita lihat sosok Hidayat Nurwahid, sepertinya beliau sangat cocok bila di sandingkan dengan SBY, aku yakin Pak Hidayat pasti mau, karena ini juga langkah strategis pak Hidayat untuk menggapai RI-1 di tahun 20014, karena pada saat itu pak SBY sudah tak mungkin untuk dicalonkan lagi jadi RI-1 dan selam alima tahun menjabat RI-2 pak Hidayat secara alamiah akan mencitrakan dirinya sebagai pemimpin yang .....kita lihat saja nanti, yang pasti pada saat ini pilihan inilah yang sepertinya paling realistis, untuk Ibu Mega???, sepertinya tahun ini akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk mencalonkan diri menjadi RI-1, sepertinya peluang beliau akan sangat berat, ibu Mega kurang berhasil mencitrakan dirinya sebagai sosok seorang
pemimpin yang ideal bagai manapun ibu Mega bukanlah Bung Karno yang memiliki segalanya, pesona bung Karno tak akan pernah lekang oleh Zaman sehebat apapun musuh politik beliau berusaha mencitrakan dirinya sebagai pemimpin yang jelek, bung karno tetaplah Bung Karno yang akan tetap memegang kejayaanya hingga dunia ini benar benar tidajk ada.
Sikap Ibu Mega yang cenderung 'memusuhi" SBY sepertinya hanya akan meguras popularitas ibu Mega, kalu dulu ibu Mega mampu memaafkan musuh politiknya yaitu pak Suryadi Cs yang nyata nyata menzolimi Ibu Mega terutama para patriotnya yang rela mengorbankan nyawanya untuk ibu Mega dalam kasus penyerbuan kantor DPP PDI Diponegoro, berkaitan dengan kasus inipun sepertinya Ibu Mega "menghianati" para patriot-patriotnya, salut buat Ibu Mega yang mampu memaafkan musuh politiknya yang nyata-nyata menzolimi para patriotnya, tapi disisi lain Ibu Mega tidak mampu memaafkan SBY yang pernah membantunya di kabinet, seandainya Ibu Mega berbesar hati seperti Ibu memaafkan musuh politik ibu mungkin posisi ibu sekarang akan sangat menguntungkan. yah sekali lagi kita lihat saja nanti, yang pasti Ibu Mega akan tetap menjadi pesaing terberat SBY, yang lain sepertinya hanya hiasan keberagaman politik dalam negeri kita saja. satu hal yang pasti jika koalisi PKS- Demokrat terjadi maka yang lain harus lebih bekerja ekstra.
0 komentar:
Posting Komentar